Thursday , 8 December 2016
Info Terbaru

Meningkatkan Ketertarikan Anak Belajar

Mendidik anak belajar cukuplah sulit. Kadang kita butuh kesabaran yang lebih untuk membuat anak kita mengerti bagaimana pentingnya belajar.

Belajar bagi anak, terutama anak kecil, haruslah menyenangkan dan tanpa tekanan sehingga anak akan lebih mudah menyerap pelajarannya dan lebih mudah menerima kalau belajar sebenarnya sangat di perlukan.

Membuat suasana belajar yang menyenangkan untuk anak memang harus diakui tidaklah mudah. Diperlukan kegiatan yang persuasif dan sesuai dengan ketertarikan si anak sehingga anak dapat dengan mudah diajak untuk belajar.

Lingkungan yang kondusif sangatlah berpengaruh pada niat anak belajar. Jika lingkungan nya di bentuk sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan rasa penasaran si anak, pasti anak dapat dengan mudah diajak untuk belajar.

Pergaulan pun sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan niat belajar anak. Dengan teman-teman yang aktif, anak akan dapat dengan mudah ikut tertarik pada sesuatu sehingga ia dapat dengan mudah mulai belajar.

Teman-teman yang pasif akan membuatnya mengikuti hal tersebut yang nantinya akan berakibat pada berkurangnya rasa penasaran si anak akan sesuatu yang akhirnya menurunkan niat belajar si anak.

Tidak hanya pergaulan dan lingkungan saja yang berpengaruh pada niat anak belajar. Keadaan fisiknya pun mempengaruhi. Dengan keadaan yang tidak fit, anak akan sangat mudah sekali turun rasa ingin tahunya.

Hal ini disebabkan oleh tingkat emosional yang meningkat akibat keadaan tubuh tidak fit yang mengakibatkan sulitnya anak untuk berkonsentrasi.

Membuat anak berkonsentrasi pun memang agaknya sangat sulit dilakukan. Untuk membuat anak berkonsentrasi pada apa yang ia lakukan seperti belajar, dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Karena hanya sedikit hal yang membuat anak berkonsentrasi pada apa yang ia lakukan, yaitu rasa penasaran dan rasa ketertarikan.

Rasa penasaran dan rasa ketertarikan, dua-duanya sangat lah terkait. Tanpa ketertarikan anak tidak mungkin penasaran. Tanpa penasaran, rasa ketertarikan sangatlah sulit untuk timbul. Tapi jika keduanya telah timbul dalam diri seorang anak, hanya dibutuhkan sedikit lagi usaha agar anak dapat belajar.

Selain membuat suasana belajar menyenangkan diperlukan pula sisipan disiplin di dalam kegiatan anak belajar. Disiplin disini bukan dimaksudkan untuk mengekang si anak tapi mengajarkan konsistensi dasar kepada anak.

Disiplin dapat dipraktekan dengan tetap menyenangkan dengan menggunakan kalimat yang tidak terkesan merendahkan tetapi lebih terkesan menyemangati dan tetap positif.

Sistem hukuman dan hadiah pun dapat di sisipkan diantara kegiatan belajar. Sebab hukuman dan hadiah dapat di jadikan motivasi untuk si anak dalam kegiatan belajar.

Tetapi harus diperhatikan juga system hadiah dan hukuman ini, sebab kadang kita terlalu banyak memberikan porsi hadiah atau hukuman tersebut. Jika kita terlalu banyak memberikan hadiah, si anak akan manja lalu jika kita terlalu banyak memberikan hukuman, si anak akan takut dan kapok.

Begitu banyak cara dalam mengajak anak untuk memulai belajar. Banyak cara pula untuk menumbuhkan rasa penasaran dan rasa ketertarikan anak terhadap sesuatu.

Tetapi pertimbangkanlah tiap-tiap cara yang ingin digunakan, sebab apapun cara kita akan berdampak antara negatif atau positif pada anak.

sumber – http://www.untukku.com

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>